Ahmad's posts with tag: cinta
Tiba-tiba saja isi otakku berhamburan Syaraf, darah, dan kelenjar tak lagi sistemik Kenapa aku begitu tidak fokus? Inikah rasanya ketika cinta datang dengan cakar-cakar yang menembus barisan ototku?
Rasanya perasaan ini begitu awam...pikirku Tapi kenapa kali ini lain? Lain seperti apa ya? Mungkin seperti disengat oleh kawanan kalajengking Begitu miris rasanya...gila!
Aku bergumam dalam sepi... Inikah wajah peri itu? Inikah aroma mantra yang ia jampikan? Aku hanya menarik nafas dalam-dalam ketika kalajengking-kalajengking itu kembali memiris jiwa
Aku tak berani mengambil kesimpulan ketika rasa itu datang membersit setiap mata yang kelam Aku pun tak berani memahami ketika rasa itu pergi melesat dari sudut hati yang menggebu
Tiba-tiba saja isi otakku kembali menyatu Aku fokus lagi! Tapi jiwaku cemberut... karena tak mampu menguak rahasianya sendiri...
Rawamangun, 29 September 2003
 | Gelisah | Jan 7, '08 7:35 AM for everyone |
Dia begitu indah menyetarakan diri Dia begitu datar tapi begitu misteri bagiku Jiwa ini seperti berharap Tapi ada energi yang menyangkal
Ketika ruang mata memeluknya Seakan peluknya begitu tipu Inikah penyangkalan tadi? Inikah energi itu?
Dia begitu wujud Tapi tak menghikmahi jiwa juga tak memaknai.. Kenapa energi itu begitu mendominasi? Kenapa energi itu begitu antonim?
Aku menerawang.. Bakalkah ini menjadi aksioma cintaku? Bakalkah semua ini memeras hati?
Aku takut.. begitu gelisah...
Akankah hatiku jadi kerontang dalam musafirnya menemui masa depan cinta?
Maknailah jiwa... hikmahilah...
Rawamangun, 10 Desember 2003
Dalam setiap masaku kau selalu tajam dengan ada mu
Cahaya yang kau pendar seakan bertahtakan spektrum jahil yang memiliki duo energi
Yang satu begitu lembut mencumbu jiwa dan yang lain begitu membunuh
Aku seperti terkepung dalam dimensi jiwamu Naluriku menjadi manja Emosiku merambat tak sempurna Aku tak sanggup berteori lagi...
Jiwamu dan jiwaku tak seperti kita dan bayangannya Jiwamu dan jiwaku tak akan saling menyapa Karena jiwamu adalah bunga mawar dan jiwaku adalah akarnya...
Bintaro, 8 Januari 2004
| |
|